PERSAINGAN INDUSTRI PERKAYUAN
Bisnis dan persaingan bagaikan dua
sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan, dimana ada bisnis disitu terdapat
persaingan. Persaingan merupakan fakta yang terjadi saat ini dimana setiap
perusahaan berusaha lebih unggul dibandingkan para pesaingnya. Persaingan
menuntut setiap perusahaan untuk mempertahankan keunggulan bersaing.
Pada era globalisasi saat ini,
persaingan antar bisnis semakin ketat dan tajam sehingga setiap unit bisnis
yang menginginkan tetap eksis dan menang dalam persaingan harus memiliki
keunggulan kompetitif berkesinambungan (sustainable
competitive advantage) tertentu dan bersifat valuable, rare, unimmitable dan without
equivalent substitute dibandingkan pesaingnya (Barney, 1991:1).
Keunggulan tersebut berkaitan dengan kemampuan
perusahaan dalam beberapa hal, yaitu : inovasi produk, penggunaan teknologi dan
desain organisasi utility sumber daya
manusia. Pengelolaan 3 hal tersebut akan
menjadi tuntutan yang harus dipenuhi di masa yang akan datang.
Menurut
Porter dalam kondisi keterbatasan sumberdaya, dunia bisnis mengalami turbulensi
dan persaingan yang mengarah pada hypercompetition,
hanya perusahaan yang tangguh yaitu perusahaan yang mempunyai keunggulan
bersaing (competitive advantage) yang
dapat bertahan dan memenangkan persaingan. Keunggulan bersaing ini diartikan
sebagai kemampuan perusahaan dalam menyelenggarakan satu atau lebih kegiatan
yang pesaing tidak dapat atau tidak mampu menyamai (Porter, 1999:14)
Hipotesa
Henderson (1983) dalam Ferdinand (2000a) menggambarkan :
Persaingan
sebagai sebuah sistem hubungan dimana perusahaan hanya dapat eksis dan bertahan
bila mereka mempunyai keunggulan yang unik dibandingkan lawan. Jika tidak memiliki maka pesaing dapat
menggeser posisi strategiknya dan karena itu semakin mirip profil strategik
sebuah perusahaan dibandingkan pesaing terdekatnya maka terjadi persaingan
pasar semakin keras.
Dalam Lingkungan kompetitif yang global, intens, dan
dinamik, pengembangan produk dan proses baru menjadi titik sentral (Wheelwright
& Clark, 1991) dalam kompetensi bisnis. Kemampuan untuk lebih cepat
meluncurkan produk dan proses baru ke pasar, lebih efisien, dan adaptif
terhadap kebutuhan pelanggan dan mencoba melampaui ekspektasi pelanggannya
sangat dibutuhkan untuk menciptakan sisi kompetensi yang signifikan bagi
perusahaan. Untuk itu perusahaan dituntut lebih siap dan sigap dalam
mengantisipasi setiap perubahan yang terjadi. Dalam lingkungan yang turbulen,
penuh tekanan, dan haus dengan inovasi, pengembangan produk dan proses baru
menjadi syarat untuk dapat dikenal dalam medan
persaingan bisnis. Bersamaan dengan itu, tekanan globalisasi telah mulai berdampak
pada praktek pengembangan produk baru yang melintasi jangkauan industri yang
luas (Eppinger & Chitkara, 2006 ).
Peranan industri perkayuan yang sangat
penting terhadap perolehan devisa dan pembangunan ekonomi serta perkembangannya
yang pesat selama ini telah menimbulkan persoalan-persoalan yang kompleks bagi
pemerintah dan rakyat Indonesia.
Berkurangnya pasokan bahan baku kayu dari hutan alam, rendahnya realisasi
pembangunan hutan tanaman industri (HTI) untuk menghasilkan kayu pulp dan kayu
pertukangan, serta inefisiensi produksi telah menyebabkan produksi hasil hutan
menurun sehingga banyak perusahaan pengolahan kayu yang rugi dan terlilit hutang.
Beberapa perusahaan pengolahan kayu bahkan diduga mengkonsumsi kayu ilegal dari
hutan alam dalam proses produksinya. Akibatnya, bukan saja pasokan kayu bulat
untuk industri perkayuan di masa depan terancam, tapi juga kerusakan lingkungan
seperti deforestasi dan degradasi hutan semakin parah.
Hal ini menunjukkan kelemahan Indonesia
sebagai negara tropis yang belum dapat memanfaatkan keunggulan komparatif yang
dimilikinya, khususnya dalam memanfaatkan produktivitas hutan tanaman yang jauh
lebih tinggi dibandingkan negara-negara bukan tropis. Selain itu, masalah
lingkungan dan konflik akibat kelangkaan sumberdaya hutan pun meningkat,
diiringi dengan menurunnya manfaat jasa lingkungan hutan serta keanekaragaman
hayati. Di pihak lain, para penebang liar dan konsumen kayu ilegal terus
menikmati keuntungan yang sangat menggiurkan, sementara masyarakat luas harus menanggung
dampak negatif yang luarbiasa akibat kerusakan lingkungan yang terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar